JIHAD PANGAN PETANI DI TENGAH PANDEMI

Corona Virus Disease 2019 atau yang di singkat COVID-19 telah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia di seluruh dunia. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini telah menyebar ke seluruh dunia. Ratusan ribu jiwa di seluruh dunia telah menjadi korban keganasan virus ini. Inggris menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di eropa dengan angka kematian mencapai 900 jiwa perhari akibat corona. Selain itu sekitar 150 orang anggota keluarga kerajaan arab saudi terinfeksi virus ini. Tidak sedikit negara yang memberlakukan pembatasan sosial bahkan lockdown guna mencegah penyebaran virus ini. Penyebaran virus ini terhitung cepat.

Di Indonesia sendiri, sejak maret 2020 sampai tanggal 27 November 2020 covid-19 telah menjangkiti sekitar 522.581 jiwa dan menewaskan 16521 jiwa. Tidak sedikit daerah di indonesia memberlakukan sosial distanching atau pembatasan sosial. Bahkan Jakarta memberlakukan PSBB dalam kurun waktu yang cukup lama. sampai penulis menulis artikel ini, pemprov DKI masih memberlakukan PSBB. selai Jakarta, Jawa Barat juga memberlakukan PSBB seluruh provinsi dalam kurun yang cukup lama Pekerja di rumahkan serta pelajar dan mahasiswa belajar di rumah dengan sistem e-learning. Selain itu, sejumlah tempat ibadah juga tidak melayani umat untuk menghindari kerumunan massa. Sejumlah masjid yang berada di zona merah untuk sementra meniadakan sholat berjamaah termasuk sholat jumat. Wabah virus corona juga berdampak pada keadaan ekonomi global. Di hantam corona, Rupiah semakin tak berdaya. Masyarakat di himbau untuk tetap berada di rumahnya. Jika memang harus keluar, maka di himbau untuk memakai masker dan selalu menjaga kebersihan.

Di saat masyarakat hanya stay di rumah, ada para pahlawan yang tetap berjihad untuk memastikan stok pangan kita terpenuhi. Mereka adalah para petani. Para petani tetap melakukan aktifitasnya di ladang meskipun pemerintah menghimbau untuk tetap stay di rumah. Mereka tetap mempersiapkan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memenuhi ekonomi mereka. Selain para tenaga medis, para petani juga harusnya layak di sebut pahlawan. Karena jika para petani ikut tidak beraktifitas, maka dampaknya akan semakin parah terhadap ekonomi masyarakat. Tanaman akan tidak terurus sehinga menimbukkan gagal panen dan akan mengganggu persediaan pangan nasional. Namun, tentunya tetap menjaga kesehatan. Penghargaan setinggi tingginya pantas kita berikan kepada para petani yang selalu konsisten menjaga pasokan stok pangan kita.  Memang banyak yang tidak melirik dan menghargai jihad mereka, namun sesungguhnya meekalah yang selalu membuat kita tetap bisa makan. Karene merekalah yang memproduksi bahan pokok pangan kita. Muali dari padi, sayuran, buah buahan, rempah rempah, dll. Ancaman wabah corona yang menjangkit di seluruh dunia nampaknya tidak menjadi halangan bagi para petani untu tetap berjuang memenuhi pangan kita. Para petani terus berusaha agar tanaman mereka tidak mengalami gagal panen.

Dampak adanya wabah corona ini terasa hampir di semua lini. Namun, di balik semua itu ternyata ada hikmah yang dapat kita petik, antara lain:

  • Secara tidak langsung, kesadran masyarakat tentang pentingnya kebersihan menjadi meningkat
  • Dengan adanya kebijakan stay at home, masyarakat menjadi semakin dekat dengan keluarganya masing masing
  • Meningkatnya penggunaan teknologi informasi di masyarakat guna keperluan bekerja, belajar, dll
  • Banyak ilmu baru yang mendadak di pelajari masyarakat. Misalnya tentang kesehatan, fiqih ibadah bagi warga muslim, dll

Selain yang di uraikan di atas, tentunya masih banyak lagi hikmah covid-19 yang lain. Para ilmuan masih terus berikhiat untuk menciptakan penangkal virus ini. Bagi sebagian petani, terutama petani jahe dan tanaman penghangat lainnya justru adanya wabah corona ini menjadi berkah tersendiri. Sebab, harga jahe menjadi semakin mahal yang kemudian semakin menguntungkan petani. Namun, di sisi lain para petani juga harus tetap waspada akan penularan virus ini. Sudah sepantasnya pemerintah juga memberikan perhatian kepada kaum petani yang berada di garis bawah ini. Karena mereka turut berjuang dan berjihad dengan menjaga ketersediaan pasokan pangan lokal. Mari kita saling menjaga dan mendukung para pejuang untuk melawan corona. Semoga corona lekas pergi dari haribaan bumi ini.   

Sedang Viral

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis
Artikel Terbaru