Menulis sebagai ajang eksistensi diri di tengah wabah pandem

Berbagai macam aktivitas hari ini banyak di lakukan orang-orang di dalam rumah. Dalam rangka menjaga produktivitas di tengah wabah virus corona yang telah di resmikan oleh WHO sebagai wabah Pandemi dunia. Sehingga seluruh negara meningkatkan kewaspadaan dalam penanganan virus Corona. 

Sosial distancing sebagai salah satu cara untuk meminimalisir virus covid 19 sedang banyak di gaungkan oleh masyarakat di seluruh dunia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sosial distancing merupakan salah satu upaya pencegahan melalui perpindahan kinerja aktivitas sehari-hari agar di kerjakan di dalam rumah dengan menjaga kontak dari kerumunan dan orang-orang di sekitar kita.

Dalam rangka menjaga produktivitas di dalam rumah, menulis menjadi salah satu sarana yang bermanfaat untuk di kerjakan dalam mengisi kekosongan aktivitas, setelah sekian lamanya tidak beraktivitas di luar rumah.  

Dimana dengan menulis seseorang dapat mengekspresikan ide dan gagasanya untuk di pertontonkan di khalayak publik. Mengigat manusia adalah mahluk yang tak bisa lepas dari eksistensi terhadap lingkanganya. Dengan begitu Alangkah lebih baiknya eksistensi tersebut di kemas dalam beberapa susunan kata yang di bentuk secara sistematis dan pastinya akan bermanfaat. 

Karena Menulis tidak membutuhkan waktu yang panjang serta mengeluarkan tenaga yang ekstra sampai harus mengeluarkan cucuran keringat. apalagi hari ini kegiatan menulis dapat di kerjakan melalui media Hanphone. dengan hanya membuka aplikasi seperti word, note, dan lain-lain. 

Sehingga ketika kita ingin menulis tidak perlu lagi harus berhadapan-hadapan dengan layar laptop, dengan hanya membuka smart phone sambil melentangkan badan di kasur kesayangan kita sudah dapat melakukan kegiatan menulis tersebut. 

Timbulah satu pertanyaaan, lalu bagaimana karya tulisan yang saya buat dapat dibaca oleh orang banyak? 

Kalian tidak perlu khawatir, berbagai macam media hari ini dapat kita gunakan untuk menyebarluaskan karya tulisan yang pernah kita buat.

Seperti salah satunya kemajuan teknologi yang begitu pesat bisa kalian manfaat kan sebagai ajang menyalurkan karya-karya tulis kalian. Toh hari ini banyak website-website yang menerima berbagai macam bentuk tulisan yang nantinya akan berhasil di post setelah terverifikasi bahwa tulisan kalian layak untuk dimuat.

Belum lagi dengan adanya koran-koran digital, yang hari ini menerima berbagai macam tulisan yang di butuhkan untuk mengisi kolom-kolom khusus bagi mereka yang ingin menyalurkan gagasan.  

Namun bagi kalian para penulis pemula. yang  merasa keberatan atau takut tulisanya tidak di lolos di website, koran maupun blog yang menerima berbagai macam tulisan, kalian bisa memanfaatkan media sosial untuk ajang penyaluran karya kalian.

Melihat media sosial hari ini lebih banyak di penuhi dengan postingan-postingan yang kurang positif, alangkah lebih baiknya postingan-postingan tersebut di manfaatkan dalam rangka menyebarkan kebaikan dan melatih keterampilan menulis kita. 

Bagi orang-orang yang tidak terbiasa dengan menulis, menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit untuk di kerjakan. Karena untuk menulis kita membutuhkan pengetahuan dan penguasaan terhadap hal yang ingin kita tulis. 

Sehingga hal tersebut harus di tunjang dengan meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis yang baik. Ada pepatah  mengatakan bahwa "seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik". Berarti sudah jelas bahwa tidak setiap orang yang rajin membaca menunjukan bahwa dia bisa menulis.

Namun sebaliknya, seorang penulis yang handal sudah pasti merupakan pembaca yang baik. Karena bagi para penulis profesional, hal tersebut menunjang pengetahuan untuk menuangkan ide gagasanya ke dalam bentuk tulisan dan menambah kosa kata dari setiap kalimat yang di susun. 

Sehingga tidak aneh untuk menjawab pertanyaan kenapa para penulis tidak pernah kehabisan kata setelah sekian banyak nya paragraf yang dia tulis?. karena salah satu cara untuk memperkaya kosa kata yaitu dengan membaca. Membaca apa saja mulai dari buku, jurnal, cerpen, opini, makalah biografi dan seterusnya

Namun dari berbagai kesulitan yang akan kita tempuh dalam membuat suatu tulisan, Pastinya akan memberikan hasil yang cukup baik karena kita semua yakin bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil. 

Sejatinya dalam menguasai dunia kepenulisan kita tidak bisa terlepas dari dua kunci dasar. Yaitu kesungguhan dan konsistensi. Dengan niat yang kuat untuk bisa menulis, di tunjang dengan konsistensi untuk terus menulis, nantinya akan menjadikan kita sebagai penulis yang handal. 

sebenarnya hal yang sulit untuk mempunyai keterampilan menulis yaitu ketekunan kita dalam terus menerus membuat karya tulis. Berbagai macam rintangan sering terjadi ketika kita ingin membuat suatu karya tulisan. Mulai dari mogok di tengah jalan karena kehabisan kosa kata, rasa bosan, malas dan masih banyak lagi. 

Maka dari itu saya mengajak teman-teman sekalian khusus nya yang membaca tulisan ini, agar senantiasa meningkatkan semangat literasi wabil khusus di dalam dunia kepenulisan, dalam rangka meningkakan eksistensi dan menjaga produktivitas  di dalam rumah. 

Karena dengan Menulis berbagai manfaat dapat kita dapatkan. apalagi hari ini kita sedang dalam masa Sosial Distancing di tengah pusaran wabah Pandemi. Yang Pastinya banyak berdiam diri di dalam rumah, karena mengurangnya aktivitas. Maka dari itu alangkah lebih baik nya kita meningkatkan kembali budaya litarasi khususnya di dalam dunia menulis. 

Karena seperti yang di katakan oleh pramodya anatatoer bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” Sekian.

 

Sultan azzam husyahiri 

Kader HMI Komdakom Cakaba

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis