Penelitian Candi di jawa tengah dan jawa timur

Murka Sang Kampud dan Terbenamnya Candi Adan-Adan

“Perbedaan gaya seni dan arsitektur candi masa JawaTengah dan JawaTimur begitu mencolok,” ungkap Sukawati Susetyo .”Bahkan, mengesankan seperti dua budaya yang terpisah.”

Gaya seni Jawa Tengah seperti berhenti berkembang dengan tiba-tiba di akhir abad ke-10. Sementara seni di Jawa Timur tampak muncul kembali pada pertengahan abad ke-13.

Sukawati, Ketua Tim Penelitian Candi Adan-Adan di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, mengungkapkan temuan selama mengekskavasi repihan situs Candi Adan-adan. Tinggalan arkeologis yang terbenam tanah sedalam 2,3 meter itu berada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Murka ancala telah menimbun peradaban klasik kita. Candi ini bukan satu-satunya tinggalan bangunan suci masa klasik yang ditemukan terbenam dalam tanah. Ada beberapa candi yang ditemukan dalam kondisi serupa di Jawa Timur.

Agus Tri Hascaryo, Peneliti Geoarkeologi di Universitas Gadjah Mada, menggunakan metode survei geologi untuk candi ini. Dia menyingkap material asal bangunan ini. Juga, temuannya tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik bencana yang menyergap candi ini.

Tim arkeolog menduga bahwa candi ini tampaknya belum rampung. Mengapa mereka bisa berpendapat demikian? Bagaimana analisis ikonografinya? Lalu, mengapa temuan Candi Adan-adan begitu penting, laksana mata rantai yang hilang dalam periode sejarah klasik di Indonesia?

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis