Penyakit yang Rentan Terinfeksi Covid-19 dengan Gejala yang Parah dan Serius

Setiap orang, baik tua, muda, remaja, anak-anak, maupun bayi serta laki-laki maupun perempuan, dapat terinfeksi Covid-19. Virus ini diketahui mudah menyebar dan dapat menjangkiti siapa saja yang tidak hati-hati serta malas mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Semula, badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa Covid-19 menular lewat cairan atau lendir (droplets), tetapi kemudian banyak ahli menyatakan bahwa Covid-19 juga dapat menular melalui udara (airborne).

Meski dapat menjangkiti semua orang, Covid-19 ternyata diketahui berpeluang lebih besar menjangkiti orang-orang dengan kondisi tertentu. Bahkan pada kelompok ini, Covid-19 cenderung menimbulkan komplikasi dan gejala yang lebih parah atau berat.

Tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala sakit yang berat, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas, dan nyeri dada. Sebagian penderita Covid-19 ternyata hanya mengalami gejala yang ringan saja, seperti kehilangan daya penciuman dan pengecapan. Tidak jarang juga ada orang yang sudah positif terinfeksi Covid-19, tetapi sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit atau kelainan.

1. Kelompok Usia dan Penderita PTM

Orang-orang dengan usia di bawah 50 tahun memiliki persentase lebih rendah menjadi korban Covid-19. Persentase kematian kelompok usia di bawah 50 tahun akibat serangan virus ini tergolong rendah. Menurut informasi dari WHO dan Kementerian Kesehatan RI, gejala berat dan komplikasi serius akibat Covid-19 lebih sering terjadi pada orang-orang lanjut usia dan orang dengan kondisi medis tertentu, seperti orang yang mengidap penyakit tidak menular (PTM) kronis.

Pengidap PTM rentan dari serangan Covid-19 karena penyakit tidak menular kebanyakan bersifat kronis, yaitu terjadi secara perlahan dan bisa menetap dalam jangka waktu yang lama. Penyakit kronis juga dapat menyebabkan kondisi kesehatan pengidapnya menurun secara bertahap sehingga rentan terkena infeksi.

Berdasarkan hasil studi, orang yang terinfeksi Covid-19 dan mengidap penyakit kronis mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat yang fatal. Ini karena penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh pengidapnya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh pengidap penyakit kronis lebih mudah terjangkit penyakit, termasuk terinfeksi Covid-19.

Pengidap penyakit kronis juga umumnya telah mengalami kerusakan organ. Ketika terserang Covid-19, kerusakan organ dapat menjadi kian parah sehingga gejala Covid-19 yang muncul juga dapat lebih berat.

2. Pernapasan Kronis

Covid-19 umumnya menyerang saluran pernapasan. Itulah sebabnya, orang yang memiliki penyakit kronis pada saluran pernapasan, seperti penyakit peradangan paru dan asma, berisiko tinggi mengalami gejala yang parah jika terserang atau terinfeksi Covid-19. Penderita penyakit pernapasan kronis, saat terjangkit Covid-19, akan lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan berat, seperti asma, pneumonia, dan gagal napas.

3. Kardiovaskular

Penderita penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung, jantung koroner, stroke, dan hipertensi, umumnya memiliki kesehatan jantung yang kurang baik dan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Kondisi ini menyebabkan pengidap kardiovaskular rentan terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang lebih berat.

4. Kanker

Penderita kanker juga termasuk dalam kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami gejala berat dan komplikasi serius jika terinfeksi Covid-19 karena sistem kekebalan tubuh para penderita umumnya lemah dalam melawan infeksi. Lemahnya sistem kekebalan tubuh penderita kanker dapat disebabkan beberapa hal, seperti gangguan pada sel darah putih atau efek samping kemoterapi.

5. Diabetes

Diabetes yang tidak terkontrol dapat melemahkan daya tahan tubuh dan kerusakan pada berbagai organ tubuh. Hal inilah yang membuat pengidap diabetes lebih rentan terinfeksi Covid-19 dengan gejala komplikasi yang fatal. Infeksi Covid-19 juga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi berbahaya dari penyakit diabetes, seperti ketoasidosis diabetik dan sepsis, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian.

6. Penyakit Ginjal

Selain menyerang saluran pernapasan, serangan Covid-19 juga dapat merusak organ tubuh lainnya, seperti ginjal. Beberapa laporan menyebutkan, sebagian pengidap Covid-19 mengalami gagal ginjal akut, padahal mereka tidak memiliki riwayat penyakit ginjal. Infeksi virus ini juga diketahui lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki penyakit ginjal kronis, rutin menjalani prosedur cuci darah, atau pernah menjalani operasi transplantasi ginjal.

7. Autoimun

Penderita penyakit autoimun juga lebih berisiko terinfeksi Covid-19. Hal ini karena penderita penyakit ini umumnya mendapatkan obat-obatan penekan sistem imun sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lemah dan rentan terkena infeksi.

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis
Artikel Terbaru
30 Nov 2020, 21:53 - mohammadrusdi21
28 Nov 2020, 9:42 - mohammadrusdi21
28 Nov 2020, 9:40 - Riskikribo
28 Nov 2020, 9:39 - mohammadrusdi21