PSBB KEMBALI DI TERAPKAN, MASIH ADA KESEMPATAN AYO KITA SUKSESKAN

Isu tentang covid 19 mulai banyak kembali di perbincangkan. Setelah sekian lamanya meredup di lini masa, isu tersebut kembali viral sejak pemerintah provinsi DKI menerapkan kembali kebijakan PSBB jilid II (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang banyak di warnai pro kontra oleh berbagai kalangan. Mulai dari perekonomian, aktivitas, kesehatan, politik, hingga nasib warga yang memiliki tingkat ekonomi di bawah standar. 

Mengigat jakarta sebagai titik sentral perekonomian dan pembangunan yang memiliki populitas dengan tingkat kepadatan terbesar indonesia, sudah pasti harus menjadi mayoritas utama dalam mencegahan penyebaran wabah virus corona. Selain itu berdasarkan informasi yang di dapat oleh penulis, hingga detik ini jakarta masih menjadi tempat penularan covid tercepat dan terbanyak di indonesia.

Di sisi lain jakarta juga merupakan tempat keluar masuk mayarakat di seluruh penjuru nusantara. Belum lagi adanya orang yang terjangkit virus corona tanpa gejala. sehingga sulit untuk terindentifikasi apakah orang tersebut terjangkit atau tidak melalui sudut pandang kita sebagai masyarakat  biasa. 

Berdasarkan data yang di ambil dari kompas.com (14/7/2020),  indonesia menduduki 10 besar dalam kasus positif terbanyak di asia. Jika melihat angka kematian indonesia menduduki peringkat ke 6 dengan 50 kasus terbaru. Sehingga semestinya masyarakat maupun pemerintah harus semakin serius dan sigap dalam penanganan memutus rantai penyebaran virus corona. 

kita semua sudah semestinya sadar bahwa hari ini negara kita dan seluruh dunia sedang tidak baik-baik saja. Perlu adanya elaborasi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan dalam mengatasi akibat dari penyebaran virus corona di segala sektor entah ekonomi, kesehatan, teknologi dan lain-lain. 

Seperti contohnya dalam kebijakan yang di keluarkan oleh provinsi DKi terkait penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Jilid II yang sudah mulai berjalan. Walaupun masih banyak pro kontra yang terjadi di beberapa kalangan dalam menanggapi  kebijakan tersebut, tetap saja harus kita masimalkan dan optimalkan sebaik mungkin. Karena pada dasarnya kebijakan tersebut hadir atas dasar meroketnya penambahan angka positif terutama di ibu kota. Jangan sampai 14 hari sejak awal penerapan hingga akhir psbb kali ini berjalan sia-sia dan malah tidak mendapatkan hasil sesuai ekspektasi. 

terlepas dari banyak nya kritik yang bermunculan di media massa terkait adanya kebijakan psbb jilid II yang di tetapkan provinsi DKI dan sekitaran jakarta, tetap saja hal tersebut harus kita optimalkan bersama. Dengan cara mematuhi kebijakan dan memperbanyak aktivitas tanpa keluar rumah.  

Karena penulis sendiri yakin generasi kita hari ini dapat melewati massa krisis tersebut dengan cara bersikap optimis, melakukan pencegahan dan ikut serta membantu memutus rantai penyebaran virus. Dan tak lupa berdoa kepada sang maha kuasa agar bangsa kita dan umat manusia di seluruh dunia dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala, sesuai dengan kodratnya sebagai khalifah di muka 

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis