Sebelum Dibunuh , Bocah 5 Tahun ini Sempat Diperkosa 2 Kakak Laki-lakinya

Ilustrasi

Ilustrasi

SUKABUMI – Bocah NP yang dibunuh ibu angkatnya SR, ternyata sempat diperkosa oleh dua kakak laki-lakinya yang berusia 16 dan 14 tahun.

Hal ini diketahui dari adanya kerusakan di bagian kelamin korban,  serta beberapa luka di sekujur tubuh korban, jelas Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Selasa (24/8/2019).

“Korban diketahui telah diperkosa oleh dua kakak angkatnya, setelah itu korban dipukul lalu dicekik hingga tewas oleh ibu angkatnya. Mayat NP kemudian dibuang ke Sungai Cimandiri dan terseret hingga belasan kilometer sampai akhirnya ditemukan warga,” ujar Nasriadi.

Ketiga pelaku pada Senin (23/9/2019) sudah ditangkap polisi, dan mereka mengetahui perbuatannya.

Pembunuhan sadis pada NP terjadi pada Minggu (22/9).  Saat itu  korban baru selesai mandi pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian datang kakak angkatnya yang berusia 14 tahun dan langsung memerkosanya.

Perbuatan bejat tersebut dipergoki kakaknya yang berusia 16 tahun, tetapi bukannya melarang malah ikut memerkosa korban.

“Korban yang masih pakai handuk diperkosa secara bergantian oleh kedua pelaku. Perbuatan bejat itu sering dilakukan kedua kakaknya, “ ungkap AKBP Nasriadi.

Loading...

SR, ibu angkat korban yang melihat perbuatan kedua anaknya, bukan menolong tapi malah  bersama dua anak laki-lakinya memukuli korban yang merintih kesakitan. Kemudian dia mencekik korban hingga tewas.

“Melihat korban tewas, SR memakaikan baju, celana dan sandal untuk menghilangkan motif pembunuhan. Mayat bocah malang itu kemudian dibuang ke Sungai Cimandiri, seolah-olah korban terpeleset dan terbawa arus,” ujar Nasriadi.

Mayat NP akhirnya ditemukan warga sekitar pukul 13.00. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga identitas korban dan keluarganya ditemukan.

Pelaku ibu angkat dan dua anak laki-lakinya akhirnya ditangkap pada Senin (23/9/2019).

Sedang Viral

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Loading...

Artikel terkait
Tentang Penulis
Artikel Terbaru