Strategi Belajar Anak Usia Dini di Era Pandemi

Pandemi COVID-19 masih menjadi penghambat yang berarti terhadap aktifitas di berbaigai asepek kehidupan mulai dari aktifitas jual beli, perkantoran, kegiatan sosial begitupun pendidikan juga terdampak hingga saat ini. Pendidikan yang erat dengan aktivitas interaksi yang melibatkan pendidik dengan para peserta didik dalam satu lingkungan belajar secara langsung bertatap muka, karena dampak pandemi ini datang interaksi mereka mendadak terhenti sebagaimana yang telah diintrusikan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan yang terlampir dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di lingkungan Kemendikbud dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, bahwa aktivitas pembelajaran diterapkan jarak jauh (daring) dengan memanfaatkan media internet dalam mengupayakan pencegahan berkembangan penyebaran COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan. Semua satuan pendidikan terkenak dampaknya setelah pemberlakuan tersebut baik satuan pendidikan tinggi, pendidikan menengah, sekolah dasar, tak terkecuali pendidikan anak usia dini (PAUD).
Dengan demikian, hal di atas masih menjadi problem hingga saat ini yang perlu ditelaah secara mendalam terkhusus strategi pembelajaran untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini yang masih banyak guru serta orang tua merasa kesulitan. Proses pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka langsung dengan mencapai seluruh aspek baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik kini berubah menjadi pembelajaran daring yang dilakukan di rumah, hal ini sangat berpengaruh dengan pertumbuhan perkembangannya. Dunia anak merupakan dunia bermain yang cenderung melibatkan anak berinteraksi langsung, bertatap muka langsung, dan terlibat dalam beberapa kegiatan. Tatap muka secara langsung akan memberikan motivasi-motivasi bagi anak, sebagaimana anak usia dini merupakan tahapan dalam masa emas yang memerlukan pelayanan lebih, secara khusus dan langsung bila dibandingkan jenjang pendidikan lain. Anak usia dini merupakan masa emas yang hanya ada sekali periode dalam kehidupannya dan tidak dapat diulang kembali (Eko Suhendro & Syaefudin, 2020). Oleh karena itu perlu diterapkan bebrapa strategi bilamana ingin pertumbuhan pengetahuannya tetap stabil sepeti biasanya.
Dr. Heny Djohaeni, S.Pd., M.Si ketua program studi PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia mengungkapkan di acara webinar online yang diadakan oleh SPs PAUD UPI dengan tema “Strategi Pembelajaran PAUD di Masa Pandemi Covid-19”, bahwa strategi yang bisa diupayakan saat belajar di rumah yaitu blended learning (pembelajaran campuran) guru dan orang tua berkolaborasi memanfaatkan teknologi yang sudah ada sepeti aplikasi YouTube, aplikasi membaca dan berhitung sambil bermain, dan aplikasi tatap muka seperti Zoom, Google Meet guna untuk pertemuan tatap muka. Orang tua dapat mengupayakan kegiatan yang menunjang perkembangan pengetahuan anak sepeti halnya mengajari nama-nama benda secara langsung yang sudah ada dirumah, serta membaca cerita dan bernyanyi bersama, membuat kartu huruf sehingga dapat mengembangkan aspek bahasa mereka.
Guru mengupayakan penerapkan pembelajaran yang lebih aktif dengan mengembangkan metode pembelajaran yang sudah jalan, semisal dengan memberikan tugas mandiri yang disertai bukti berupa vidio dengan bimbingan orang tua, seperti cara membaca kalimat, menghitung, praktek ibadah. Sehinga jika terdapat kesalahan dalam proses pembelajarannya dapat diketahui dan dibenahi secara berkala.
Selain itu guru bisa mengupayakan strategi pengunaan media yang variatif seperti buku khusus PAUD, gambar-gambar yang menarik untuk ditempel, diwarnai, dicocokkan. Hal ini merupakan solusi yang dilakukan guru untuk mencapai pendidikan yang ideal. Pembelajaran jarak jauh dari rumah secara ideal tetap dapat mengakomodasi kebutuhan belajar bagi para siswa untuk dapat mengembangkan potensi sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Perkembangan anak usia dini tidak lepas dari peran utama keluarga karena hal itu termasuk pendidikan utama untuk mendukung dan mengembangkan kemampuan baik dari segi biologis, psikologis, kesehatan dan kebahagiaan senantiasa disediakan dalam keluarga di rumah termasuk dalam perawatan dan pendidikan. Orang tua harus selalu memantau kegiatan anaknya terutama dalam hal pengembangan dalam aspek pengetahuannya, serta memfasilitasi, mengontrol, serta mendukungnya.
Segala perkembangan strategi pembelajaran seperti yang telah diulas diatas tentunya harus memenuhi indikator pencapaian pembelajaran yang sudah ditentukan yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu apa yang kita harapkan akan tercapai, sebagimana harapan kita untuk mengahsilkan generasi emas penerus bangsa.

Sedang Viral

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis
Artikel Terbaru
27 Apr 2021, 22:09 - Uswatunkudus
21 Mar 2021, 12:42 - Uswatunkudus
21 Mar 2021, 12:42 - Uswatunkudus
21 Mar 2021, 12:41 - Uswatunkudus