WHO Menyelidiki Konferensi Singapura Terkait Dengan Penyebaran Coronavirus Asing

Setidaknya tiga karyawan perusahaan multinasional yang mengadakan pertemuan lebih dari 100 staf internasional di Singapura telah mengontrak virus corona baru, memicu penyelidikan Organisasi Kesehatan Dunia terhadap kasus tersebut.

Malaysia dan Korea Selatan telah mengkonfirmasi tiga kasus virus yang terkait dengan pertemuan perusahaan pertengahan Januari yang diadakan dengan 94 staf luar negeri di hotel Grand Hyatt, dan Singapura mengatakan pada Rabu malam (5 Februari) empat peserta lainnya menunjukkan gejala.

Adik dari seorang Malaysia yang hadir sejak itu telah terinfeksi, sementara Singapura mengatakan gejala virus telah muncul di empat staf lokal perusahaan.

Pihak berwenang belum mengungkapkan nama perusahaan, meskipun Korea mengatakan itu adalah perusahaan penjualan internasional.

Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan orang-orang dari China termasuk satu dari kota Wuhan, tempat virus itu muncul pada Desember, hadir.

"WHO berkoordinasi dengan kementerian kesehatan terkait sehubungan dengan itu," Olivia Lawe-Davies, juru bicara WHO, mengatakan dalam menanggapi pertanyaan dari Reuters.

"Ketika negara-negara meningkatkan pengawasan, deteksi lebih banyak kasus penularan lokal dapat diharapkan."

Singapura telah melaporkan 28 kasus virus korona, termasuk beberapa yang melibatkan penularan dari orang ke orang.

Kasus-kasus yang terkait dengan pertemuan bisnis Singapura memberikan lebih banyak bukti bahwa virus ini menyebar melalui kontak manusia ke manusia di luar China, yang menurut WHO sangat memprihatinkan dan bisa menandakan wabah yang jauh lebih besar.

China melaporkan lompatan harian terbesar dalam kematian akibat virus pada hari Kamis, naik 73 menjadi 563, meskipun hanya ada dua kematian yang dilaporkan di luar China daratan.

Otoritas kesehatan Malaysia pertama kali mengungkapkan kaitannya dengan pertemuan bisnis Singapura ketika mereka mengkonfirmasi kasus seorang warga Malaysia berusia 41 tahun yang telah hadir, bersama dengan rekan-rekan dari China.

Korea Selatan kemudian mengkonfirmasi dua kasus yang melibatkan warga Korea Selatan yang menghadiri konferensi tersebut. Warga Korea dan Malaysia berbagi hidangan prasmanan selama konferensi, media Korea Selatan melaporkan.

Dari 15 peserta Singapura, empat telah dirujuk ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, kata kementerian kesehatan Singapura.  Semua peserta di luar negeri telah meninggalkan Singapura, tambah kementerian itu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, manajer umum hotel Mr Willi Martin mengatakan hotel telah melibatkan agen eksternal yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan "sanitasi menyeluruh" dan pembersihan mendalam "kamar yang berpotensi terkena dampak".

"Kementerian Kesehatan Singapura masih menyelidiki kasus-kasus tersebut dengan pihak berwenang terkait dan belum memberi tahu perincian tentang bagaimana, di mana atau kapan orang-orang ini terinfeksi virus itu," katanya.

Singapura mengatakan tidak ada bukti yang muncul dari penyebaran masyarakat luas tetapi mengumumkan tindakan pencegahan baru pada hari Selasa termasuk menghentikan kegiatan kelompok seperti majelis sekolah.

Beberapa perusahaan di Singapura telah menangguhkan acara bisnis dan media, termasuk pameran perjalanan yang besar, tetapi Singapore Airshow dijadwalkan akan berlangsung minggu depan meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Menikmati artikel ini? Daftarkan Email Anda untuk Berlangganan

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis